UPT Lab Terpadu Unsyiah di Pecaya Sebagai Approve Training Provider (ATP)  Sistem Plumbing Nasional

UPT Lab Terpadu Unsyiah di Pecaya Sebagai Approve Training Provider (ATP) Sistem Plumbing Nasional

Dalam rangkaian kegiatan Indonesia Infrastructure Week 2019 berlangsung 6-8 November 2019 di Jakarta International Expo, Indonesia yang di buka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, juga dilaksanakan konferensi dengan tema“ Peningkatan Material Konstruksi yangBerkelanjutan dan Sistem Plumbing untuk Masa Depan yang Berkelanjutan”. Acara yang disingkat dengan ISCOP (Indonesia Sustainable Construction and Plumbing) diselenggarakan atas kerjasama anara PT. IAPMO Group Indonesia, Green Product Council Indonesia (GPCI) dan Asosiasi Plambing Nasional (APIN).

Dalam rangkaian konferensi ini, juga dilakukan penandatangan dan serah terima dokumen Copyright Materials License Agreement (Perjanjian Lisensi Atas Materi Hak Cipta) oleh Pihak ISCOP dengan Laboratorium Terpadu Universitas Syiah Kuala. Dokumen ini merupakan sebuah kepercayaan dan lisensi pada Unsyiah sebagai salah satu Approved Training Provider (ATP). Lisensi ATP ini adalah sebagai peneyelenggara resmi untuk pelaksanaan kursus pelatihan peroarangan, termasuk pelatihan atas Program Pelatihan dan sertifikasi Terkait Spesialis Sistem Plambing yang berstandard. Sehingga UPT Laboratorium Terpadu, akan mempersiapkan langkah-langkah konkrit untuk menindak lanjuti program dan kegiatan ini

Diliput pada halaman https://www.beritasatu.com/ekonomi/584000/iscop-jembatani-stakeholder-industri-konstruksi Dalam upaya menjembatani setiap sektor yang terkait, IAPMO Group Indonesia, Green Product Council Indonesia (GPCI), dan Asosiasi Plambing Nasional (APIN) membuat rangkaian event bertajuk Indonesia Sustainable Construction and Plumbing (ISCOP). Event bertemakan Advancing Sustainable Construction Materials and Plumbing System for A Sustainable Future ini, diselenggarakan pada 6-8 November 2019, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat


Senior Vice President sekaligus Kepala LPK (Lembaga Penilai Kesesuaian) PT IAPMO Group Indonesia, Shirley Dewi, mengatakan, penggunaan produk konstruksi dan produk plambing yang memiliki SNI (Standar Nasional Indonesia) dan berlabel produk hijau akan melindungi pengguna dalam aspek keselamatan dan kesehatan, serta meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi, mereduksi limbah dan polusi terhadap lingkungan.

"Hal itu sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDG’s) 2030. Kedepannya, ISCOP akan dijadikan program tahunan bersamaan dengan event konstruksi Indonesia,” ujar Shirley Dewi, dalam acara perdana ISCOP 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019) petang.

Shirley menjelaskan, IAPMO Group Indonesia sebagai lembaga sertifikasi spesialis plambing satu-satunya di Indonesia yang memenuhi standar ISO 17024:2012 (Persyaratan Lembaga Sertifikasi Personel) dan telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah yang diwujudkan dalam bentuk akreditasi KAN.

"Selain itu, KAN dalam hal sertifikasi personel juga sudah menandatangani kerja sama MRA (Mutual Recognition Agreement) yang mana hasil sertifikasi yang telah diakreditasi oleh KAN juga diakui secara internasional,” jelas Shirley.

Pada ISCOP 2019, lanjut Shirley, IAPMO Group Indonesia juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia untuk menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi bagi spesialis plambing. Diantaranya adalah Universitas Udayana Bali dan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Universitas nantinya diharapkan menjadi penyelenggara bagi pelatihan bagi internal universitas maupun pihak eksternal.

"Dengan adanya event seminar seperti ini diharapkan keterkaitan dan kerja sama yang baik dari beberapa pihak, diharapkan masyarakat Indonesia dapat memperoleh kebaikan dari jaminan sistem maupun produk konstruksi, material maupun plambing yang berpegang pada prinsip berkelanjutan, ramah lingkungan, dan hemat energi,” tandas Shirley Dewi.

Ketua Asosiasi Plambing Nasional (APIN), Muhajir menambahkan, selama ini pihaknya berperan dalam mendiskusikan terkait tantangan dalam menciptakan produk produk konstruksi, material maupun plambing yang ramah lingkungan dan efisien.

"Melalui APIN, industri mengarahkan pada pengembangan standar produk konstruksi, material maupun plambing yang baik dan berkelanjutan yang mana mempunyai tujuan bagi kebaikan serta kesehatan masyarakat Indonesia,” kata Muhajir.

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya